Konsumsi BBM Innova: Perbandingan Lengkap Bensin dan Hybrid

Topik konsumsi BBM Innova memang selalu menarik untuk dibahas bagi banyak orang. Mobil keluarga buatan Toyota ini sangat populer di Indonesia.

Tapi, banyak calon pembeli merasa ragu sebelum membawa pulang mobil ini. Mereka khawatir mobil ini akan membuat dompet mereka cepat kering.

Oleh karena itu, kita akan membahas detail pemakaian bahan bakarnya secara menyeluruh. Kita akan mencakup kendaraan generasi lama hingga varian hibrida terbaru.

Sejarah Singkat Evolusi Kijang di Indonesia

Toyota Kijang Innova V bekas dibawah 100 juta

Sebelum membahas bahan bakar, kita perlu mengetahui sejarah mobil ini. Kijang memiliki sejarah yang sangat panjang di negara Indonesia.

Nama mobil legendaris ini awalnya muncul pertama kali di negara Filipina. Di sana, Toyota menamakannya Tamaraw yang memiliki arti kerbau. Namun, masyarakat Indonesia lebih menyukai nama hewan lain. Oleh karena itu, nama Kijang resmi dipilih dan digunakan.

Mobil Kijang mulai populer sejak keluarnya model buaya pada tahun 1977. Selanjutnya, generasi Kijang Super lahir pada tahun 1986.

Model ini sangat sukses merebut hati keluarga di Indonesia. Generasi berikutnya adalah Kijang Kapsul yang rilis perdana pada tahun 1996. Model legendaris ini memegang rekor varian terbanyak di Indonesia. Sayangnya, varian bensin mobil ini juga terkenal sangat boros BBM.

Setelah era model kapsul selesai, Toyota akhirnya merilis Innova. Generasi pertama ini lahir pada tahun 2004 silam.

Mobil ini berevolusi dari sekadar kendaraan niaga menjadi mobil penumpang mewah. Selain itu, Toyota mulai menggunakan sasis baru yang lebih modern.

BACA JUGA: Menjelajahi Efisiensi Konsumsi BBM Innova Reborn Diesel, Bensin, dan Zenix Hybrid

Mengukur Konsumsi BBM Innova Bensin Generasi Awal

Toyota Kijang Innova bekas

Generasi awal mobil ini sering menjadi bahan perbincangan pecinta otomotif. Banyak konsumen menanyakan tingkat konsumsi BBM Innova bensin 2005.

Mesin berkapasitas 2.000 cc menopang bodi kendaraan ini. Mesin berkode 1TR-FE tersebut menghasilkan tenaga sebesar 136 tenaga kuda. Namun, bodi mobil keluarga ini ternyata sangat berat. Bobot kosongnya mencapai lebih dari angka 1.665 kilogram.

Oleh karena itu, mesin harus bekerja sangat keras setiap hari. Dengan demikian, mobil ini membutuhkan suplai bahan bakar yang besar.

Angka konsumsinya sering kali cukup menguras kantong para pemiliknya. Penggunaan rute dalam kota hanya berkisar 6 sampai 8 kilometer per liter. Selain itu, pemakaian luar kota berkisar 7 sampai 10 kilometer per liter. Angka ini jelas membuat banyak orang merasa sangat khawatir.

Bahkan, sebuah tes jalanan di Surabaya membuktikan hal tersebut. Tes tersebut mengukur pemakaian konsumsi BBM Innova bensin varian tahun 2012.

Metode pengujian tersebut memakai sistem ukur isi penuh tangki bahan bakar. Jarak tempuh tes mencapai 299 kilometer di tengah jalanan macet.

Hasilnya, kendaraan ini hanya menempuh jarak 6,5 kilometer per liter bensin. Selain itu, ada juga versi lama yang mencatat angka 9,9 kilometer per liter.

Mengapa Varian Bensin Terasa Sangat Boros?

infografis perbandingan BBM innova bensin diesel dan hybrid

Banyak orang terus bertanya mengapa mobil andalan keluarga ini boros. Jawabannya terletak pada rasio antara tenaga mesin dan berat kendaraan. Bodi yang terlampau besar tidak sepadan dengan kapasitas mesinnya. Oleh karena itu, mesin sering kehabisan napas saat melaju di kemacetan.

Toyota sebenarnya sengaja merancang komponen mesin ini untuk ketahanan maksimal. Pabrikan lebih mengutamakan umur panjang suku cadang daripada performa tenaga.

Namun, efek sampingnya adalah konsumsi bbm kijang innova menjadi kurang efisien. Banyak mekanik ahli menyarankan penggunaan mesin 2.700 cc untuk bodi ini.

Sayangnya, pajak mobil bermesin besar sangat mahal di Indonesia. Oleh karena itu, pabrikan tetap mempertahankan kapasitas mesin 2.000 cc. Dengan demikian, konsumen harus menerima konsekuensi tangki bensin cepat kosong.

Keunggulan Angka Konsumsi BBM Innova Reborn Diesel

Toyota kemudian meluncurkan generasi kedua yang populer dengan sebutan Reborn. Pada era generasi ini, varian solar sangat diincar oleh banyak konsumen.

Tingkat konsumsi BBM Innova reborn diesel terkenal jauh lebih ramah di kantong. Mesin peminum solar ini menawarkan torsi putaran bawah yang sangat besar. Mobil menjadi lebih mudah saat harus merayap naik di tanjakan curam.

Selain itu, mesin diesel seri 2GD ini sangat mudah untuk dimodifikasi. Banyak pecinta kecepatan menaikkan tenaga mesin tanpa mengorbankan banyak BBM.

Pengujian rute jalan kombinasi mencatat rekor angka pemakaian yang baik. Mobil ini mampu menyentuh angka 12,2 kilometer per liter. Pada saat pengujian, mobil ini meminum bahan bakar jenis Dexlite.

Namun, harga per liter Dexlite di pasaran saat ini cukup tinggi. Oleh karena itu, keuntungan efisiensi BBM sedikit terkikis oleh biaya isi ulang.

Meskipun demikian, pesona mobil tangguh bermesin diesel ini sama sekali tidak memudar. Mobil bekasnya masih laku keras di pasaran otomotif Indonesia.

BACA JUGA: Pilih Mana Toyota Kijang Innova Bensin Atau Diesel?

Pembaruan Konsumsi BBM Innova Reborn Bensin

Lalu, bagaimana kabar varian peminum bensin pada era generasi Reborn? Toyota rupanya telah memberikan sedikit peningkatan pada sistem pembakarannya. Mereka mulai menyematkan teknologi Dual VVT-i pada blok mesin tersebut. Oleh karena itu, angka konsumsi BBM Innova reborn bensin menjadi sedikit membaik.

Konsumsi rute dalam kota tercatat menyentuh 9,7 kilometer per liter. Selain itu, pemakaian jalan luar kota bisa menembus 12 kilometer per liter.

Angka tersebut terbukti jauh lebih baik dibandingkan model generasi pertamanya. Namun, status sebagai kendaraan yang rakus bensin belum sepenuhnya hilang.

Para pemilik wajib menggunakan teknik mengemudi yang halus dan santai. Anda tidak disarankan untuk sering menekan pedal gas secara spontan. Dengan demikian, putaran mesin mobil bisa dijaga dalam batas wajar.

Revolusi Era Baru Konsumsi BBM Innova Zenix Hybrid

Toyota akhirnya menggebrak pasar otomotif dengan menghadirkan generasi ketiga terbaru. Mobil revolusioner ini resmi diberi nama Kijang Innova Zenix. Mereka berani meninggalkan sasis rangka tangga dan beralih memakai sasis monokok.

Selain itu, lini generasi ini juga membawa teknologi kelistrikan hibrida. Tentu saja, angka konsumsi BBM Innova zenix hybrid menjadi senjata jual utamanya.

Sistem hibrida ini menggabungkan mesin pembakaran bensin dengan motor listrik pintar. Motor kelistrikan tersebut mendapat suplai tenaga dari baterai penyimpanan khusus. Pada saat terjebak jalan macet, mesin pembakaran utama akan sering tertidur. Mobil otomatis melaju perlahan hanya dengan bantuan tenaga baterai. Oleh karena itu, kendaraan ini sangat luar biasa irit melahap rute perkotaan.

Pengujian nyata di jalanan terbukti membenarkan klaim kehebatan tersebut. Zenix tipe hibrida ini sukses mencetak angka efisiensi 15,2 kilometer per liter. Mobil ini diuji melaju menggunakan bahan bakar bensin Pertamax.

Bahkan, layar indikator dasbor sempat menampilkan torehan 16,5 kilometer per liter. Dengan demikian, varian ini sukses menumbangkan rekor kehematan konsumsi BBM Innova diesel.

Tantangan Penggunaan Teknologi Hibrida

Meskipun luar biasa irit, mobil canggih ini memiliki satu tantangan besar. Terdapat biaya tersembunyi berupa komponen baterai yang memiliki usia pakai.

Baterai tersebut bisa mengalami penurunan performa setelah beberapa tahun penggunaan. Harga suku cadang baterai ini ditaksir mencapai angka 30 juta rupiah.

Namun, pengguna tidak perlu merasa terlalu khawatir mengenai hal ini. Toyota berani memberikan garansi resmi baterai hingga batas masa 8 tahun.

Selain itu, garansi ini juga berlaku hingga jarak tempuh 160.000 kilometer. Dengan demikian, para pengguna bisa tenang memakai mobil ini sehari-hari.

Kalkulasi Biaya Bahan Bakar Setahun

Perbedaan angka konsumsi jalanan sangat berdampak langsung pada dompet Anda. Mari kita hitung simulasi biaya pemakaian bensin selama waktu satu tahun.

Kita asumsikan mobil selalu bergerak sejauh 20.000 kilometer dalam satu tahun penuh. Biaya operasional ini dihitung berdasarkan tarif BBM pada saat tes dilakukan.

Pertama, para pemilik Kijang lama akan menghabiskan uang sekitar 28 juta rupiah. Angka tagihan BBM ini tentu sangat besar bagi sebuah keluarga. Kedua, pemilik mesin penenggak solar akan menghabiskan dana sekitar 30 juta rupiah. Hal tersebut bisa terjadi karena tarif literan Dexlite terbilang cukup mahal.

Namun, pemilik mobil Zenix tipe hibrida bisa tersenyum sangat lebar. Mereka hanya perlu menyisihkan biaya bahan bakar sekitar 18,2 juta rupiah saja.

Oleh karena itu, pemilik bisa menghemat belasan juta rupiah setiap tahunnya. Dana sisa tersebut bahkan bisa ditabung khusus untuk rencana mengganti komponen baterai.

Tips Menghemat Konsumsi BBM Kijang Innova

Anda barangkali masih memiliki tipe bensin generasi lawas di garasi. Jangan merasa berkecil hati, ada beberapa cara menghemat pengeluaran SPBU.

Pertama, pastikan Anda rajin mengaktifkan mode berkendara hemat atau Eco Mode. Tombol fungsi ini membatasi aliran bensin agar laju lebih halus terjaga.

Selain itu, cobalah menahan laju pada satu tingkat kecepatan yang konstan. Sebuah studi jurnal menyebutkan sebuah cara berkendara ekstrem untuk menghemat bensin.

Pengemudi harus menahan kecepatan mobil pada rata-rata 20 kilometer per jam saja. Anda tidak diperbolehkan melakukan akselerasi menekan gas sama sekali. Namun, cara ini tentu akan sangat merepotkan jika dipraktikkan di jalan bebas hambatan.

Terakhir, hindari berharap banyak pada proses modifikasi perangkat lunak mesin. Proses perombakan program atau remap pada mesin ini sering kali mengecewakan.

Upaya tersebut biasanya hanya menambah kehematan sekitar 1 kilometer per liter saja. Dengan demikian, melatih kesabaran kaki Anda tetap menjadi jalan keluar termurah.

Tabel Ringkasan Efisiensi Pemakaian Bahan Bakar

Model Kendaraan Bahan Bakar Konsumsi BBM Dalam Kota / Kombinasi
Innova Bensin Generasi Awal (2005-2015) Bensin (Pertamax) 6 – 8 km/liter
Innova Reborn Bensin Bensin (Pertamax) 9,7 km/liter
Innova Reborn Diesel Solar (Dexlite) 12,2 km/liter
Innova Zenix Hybrid Bensin (Pertamax) 15,2 – 16,5 km/liter

Kesimpulan: Pilihan Berada di Tangan Anda

ilustrasi konsumsi bbm innova carsome

Keputusan membeli kendaraan harus selalu disesuaikan dengan profil kebutuhan keluarga Anda. Jika Anda mengejar sensasi torsi melimpah, versi solar tetap layak jadi primadona. Namun, efisiensi harian varian ini sangat bergantung pada kebijakan harga BBM pemerintah.

Di sisi lain, jika Anda peduli efisiensi maksimal, sistem hibrida adalah juaranya. Varian terbaru ini nyaman dikendarai dan sangat bersahabat bagi keuangan Anda. Meskipun begitu, Anda wajib bersiap dengan dana perbaikan komponen baterai kelak.

Bagi pemilik setia varian bensin model lama, kesabaran sangatlah diperlukan. Mobil tersebut sejatinya tidak pernah diprogram untuk menjadi kendaraan hemat bahan bakar. Namun, ketangguhan fisik dan sasis mobil ini sudah lulus uji lintas zaman.

Jika Anda merasa tidak sanggup lagi dengan konsumsi bahan bakarnya, mungkin inilah saatnya beralih. Konsultasikan kondisi mobil Anda ke bengkel resmi langganan Anda. Selain itu, Anda juga bisa menukar tambah mobil boros Anda di CARSOME. Cari mobil idaman yang irit dan mulailah perjalanan tanpa khawatir indikator bensin turun drastis!