Fitur‌ ‌keselamatan‌ ‌modern‌ ‌yang‌ ‌harus‌ ‌kamu‌ ‌miliki‌ ‌di‌ ‌mobil‌ ‌ barumu‌

fitur-keselamatan-modern-di-mobil

Sekarang, sebagian besar pembeli ingin memastikan kalau uang hasil dari jerih payah mereka digunakan untuk fitur keselamatan terbaru untuk mobil mereka. Tapi banyak fitur keselamatan terbaru memiliki nama yang spesifik dan asing di telinga sehingga menjadi kendala bagi pembeli mobil baru untuk memahaminya. Memang lebih baik untuk memiliki semuanya, namun beberapa mungkin lebih penting bagimu dari yang lain.

mobil-rusak-tabrakan-kurang-safety

Di Carsome, kami telah membuat daftar fitur keselamatan mobil yang terdaftar pada situs web keselamatan NCAP Australia (ANCAP) yang akan memudahkanmu mencegah dan meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan besar. Kamu juga dapat belajar lebih banyak dari situs web tersebut mengenai fitur-fitur keselamatan lainnya yang tidak disebutkan di sini.

vehicle-stability-control

Vehicle Stability Control (VSC) / Pengendali Stabilitas Kendaraan – Juga dikenal dengan nama Electronic Stability Program (Program Stabilitas Elektronik), Vehicle Stability Assist (Bantuan Stabilitas Kendaraan), atau Dynamic Stability Control (Kontrol Stabilitas Dinamik), sistem keselamatan ini menstabilkan mobilmu saat kamu menghindar secara mendadak. Saat kejadian tersebut, sensor di dalam mobil, termasuk ABS, kemudi dan throttle, bekerja secara bersamaan untuk menilai potensi selip, memutus daya dan menerapkan rem yang diperlukan untuk menetralkan luncuran mobil. Singkatnya, VSC hadir untuk membantu dan mencegah mobilmu agar tidak berputar di luar kendali.

brake-assistBrake Assist (BA) / Bantuan Rem – Seringkali dikira Anti-lock Braking System (ABS) / Sistem Pengereman Anti-lock, Bantuan Rem bekerja bersamaan dengan ABS. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa sebagian besar pengemudi kurang menerapkan kekuatan penuh saat rem mendadak. Bantuan Rem membantu pengemudi untuk mengerem lebih kuat saat sistem mendeteksi kedekatan pada pedal rem. Bersamaan dengan ABS, kedua teknologi akan menghentikan kendaraan dengan cepat dan dengan kendali yang lebih baik.

Traction Control System (TCS) / Sistem Pengendali Traksi – Sama seperti ABS yang berfungsi untuk mencegah ban dari mengunci selama pengereman keras, TCS menghentikan ban mobilmu agar tidak tergelincir saat akselerasi. Pada permukaan dengan traksi rendah, sistem ini akan melakukan inervensi untuk memberikan keseimbangan throttle terbaik untuk traksi.

traction-control-alert

Blind Spot Warning System (Sistem Peringatan Titik Buta) – Pada sebagian besar mobil yang memiliki fitur ini, cahaya dan sensor yang terletak di bawah dan pada kaca spion memberi indikasi kepada pengemudi bahwa ada kendaraan yang datang baik dari kanan atau kiri titik buta mereka. Sistem ini biasanya bekerja bersamaan dengan suara peringatan jika pengemudi hendak bergerak ke arah datangnya kendaraan tersebut.

blind-spot-warning-system

Automatic Emergency Braking (AEB) / Rem Darurat Otomatis – Sistem ini biasa berpasangan dengan peringatan tabrakan ke depan untuk mengingatkan pengemudi dari kecelakaan yang akan terjadi. AEB kemudian akan mengaplikasikan rem secara otomatis ketika sistem menyadari adanya bahaya untuk mencegah atau mengurangi keparahan dampaknya. Terlebih lagi, beberapa produsen juga memuat pendeteksi pejalan kaki.

automatic-emergency-braking

Rear Cross-Traffic Alert (Peringatan Lalu Lintas Belakang) – Sistem ini memanfaatkan sensor mundur di dalam mobil untuk mengingatkan pengemudi jika ada kendaraan yang datang di luar penglihatan pengemudi atau tampilan kamera belakang.

Active Lane Keeping Assist (LKA) / Asisten Penjaga Jalur Aktif – Ini adalah sistem yang lebih maju, biasanya menggunakan kamera yang menghadap depan untuk mendeteksi garis jalan. Ketika sistem mendeteksi mobil membelok jauh dari jalurnya tanpa mengaktifkan sinyal belok, sistem ini pertama-tama akan mengingatkan pengemudi melalui getaran setir mobil atau sinyal suara, dan kemudian mengerem di satu sisi kendaraan secara otomatis agar kendaraan kembali pada jalurnya.